Sunday, 22 June 2014

Pentingnya Backup ROM Android

    Share This :

Pentingkah backup ROM android? Jika kalian bertanya begitu kepada saya, maka saya akan menjawab SANGAT PENTING, bahkan WAJIB, jika kita akan melakukan oprek android ataupun custom ROM.
Mengapa saya berpendapat demikian, karena ROM android merupakan nyawa bagi HP android itu sendiri. Dan juga dengan melakukan backup ROM, kita berarti sudah membuat obat penawar bagi HP android kita.
Banyak sebagian orang tidak perduli akan hal ini, padahal dengan meluangkan sedikit waktu yang kita miliki untuk melakukan backup ROM, maka kita tidak perlu khawatir jika di kemudian hari android kita mengalami suatu masalah. Kita hanya tinggal melakukan restore hasil backup yang telah kita buat sebelumnya.

Sekarang ini banyak HP android yang menggunakan dual-sim, dan juga banyak HP android yang menggunakan processor dari MediaTek. Jika kalian merupakan pengguna android CPU MediaTek, sebaiknya lakukan backup ROM kalian sebelum melakukan oprek ROM maupun custom ROM. Tapi saya tekankan backup ROM merupakan hal wajib tidak hanya bagi mereka pengguna CPU MediaTek, tapi juga jenis CPU lain seperti Qualcomm. Karena, banyak resiko yang menghantui bagi pengguna android yang melakukan oprek ataupun custom ROM tanpa melakukan backup ROM.

Backup ROM wajib dilakukan setelah kita melakukan Root pada android kita, baik melalui custom recovery seperti CWM, TWRP, ataupun melalui software yang telah disediakan vendor masing-masing HP atau CPU yang kita pakai.

Berikut resiko-resiko yang bisa menimpa kita bila melakukan oprek android ataupun custom ROM tidak melakukan backup ROM
  • Bootloop/Softbrick. Hal ini bisa terjadi jika kita melakukan kesalahan dalam oprek seperti menghapus system penting pada android, kesalahan penulisan permission, ada aplikasi yang conflict dengan aplikasi lain, dsb. Jika bootloop terjadi, hal utama yaitu dengan melakukan factory data reset. Namun, tidak semua bootloop bisa teratasi dengan factory data reset, jika sudah terlalu banyak memodif system android maka kita perlu flash ulang android kita. Namun jika kita telah melakukan backup ROM maka kita tinggal merestore hasil backup yang telah kita buat sebelumnya. Tentu hal ini lebih cepat dan efisien dari pada kita harus melakukan flash android dengan mendownload ROM android terlebih dahulu.  
  • Hilangnya IMEI/MEID. IMEI/MEID merupakan sebuah serial number yang merupakan identitas bagi HP kita, tentu IMEI/MEID HP kita berbeda satu sama lain. Hilangnya IMEI/MEID bisa terjadi saat kita melakukan flash android kita. Saat melakukan flash tentu system akan di format terlebih dahulu, sehingga ruang system kosong dan akan di isi dengan ROM baru. Jika IMEI/MEID hilang HP android kita akan kehilangan fungsionalitas sebagai smartphone. Satu-satunya cara mengembalikan IMEI/MEID hanyalah dengan melakukan restore backup yang telah kita buat sebelumnya. Jika belum melakukan backup, IME/MEID juga bisa dikembalikan menggunakan software. Salah satunya MTK Droid Tools (untuk CPU MediaTek), namun hal tersebut tidak bersifat permanen. Jika kita factory data reset maka IMEI/MEID akan hilang lagi.
Itulah alasan kenapa backup ROM sangatlah penting bagi kita sebelum melangkah lebih jauh untuk melakukan oprek ataupun custom ROM. Untuk itu, jika anda belum melakukan backup maka backuplah ROM kalian sekarang juga.

Terimakasih telah mengunjungi blog saya, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. Terus kunjungi blog saya untuk mendapatkan tips & triks menarik lainnya. :)

Share This :

0 comments:

Post a Comment